
Konon, setelah Christopher Columbus kembali dari benua baru yang ditemukannya dan mereka menyebutnya sebagai Benua Amerika. Banyak orang menyepelekan pencapaiannya dengan mengatakan bahwa mereka pun bisa melakukan hal yang sama. Suatu hari Columbus mengunjungi sebuah bar tempat tempat para pencelanya berkumpul. Ia membawa sebutir telur ayam. Lalu Columbus menatang mereka, “Siapa yang bisa membuat telur ini tegak berdiri di atas meja?”, beberapa orang mencoba, dan tidak ada yang bisa melakukannya. Bagaimana mungkin telur yang berbentuk lonjong itu bisa berdir tegak? Columbus kemudian turun tangan. Ia memungut telur itu, memecahkan sedikit ujungnya hingga rata, lalu meletakkannya di atas meja. Orang-orang yang tadinya tidak memikirkan cara itu sebelumnya, serentak memprotes, “Wah, kalau begitu sih aku juga bisa...” Begitulah, setelah seorang pionir memebuktikan bahwa sebuah gagasan bisa saja menjadi satu kenyataan, maka para pecundang yang bermulut besar baru akan berkata bahwa merekapun bisa melakukannya. Padahal ada perbedan yang amat besar antara bekerja dan membual.
Berdasarkan kisah itu, maka waktu aku SMA dulu penasaran dengan apa yang diajukan sebagai tantangan oleh seorang Columbus, apalagi pertaruhannya adalah sebuah pengakuan akan satu keberhasilan. Dengan mencoba tetap menganggap bahwa Columbus adalah penipu besar yang hanya bisa bersikap curang pada satu masalah yang dia sendiri yang memperhitungkan bagaimana cara membuat orang-orang pembual bodoh lainnya menjadi semakin tampak bodoh. Maka dia mengajukan tantangan yang dia sendiri sudah merencanakan bagaimana cara mengakalinya. Dan aku tertantang dengan semua itu.
Pada satu kesempatan, kumantapkan untuk mengambil sebutir telur ayam yang masih mentah. Kemudian mulai mencoba untuk membuatnya berdiri, tanpa kelicikan yang dilakukan oleh Columbus. Sehari berlalu, beberapa kali ku coba, gagal! Keesokan harinya, rasa penasaran belum usai, telur yang masih tergeletak di meja belajar kuambil kembali, dan ku coba untuk membuatnya berdiri. Dengan menahan segala emosi, meminimalkan gerkan dan memantapkan keseimbangan, tanpa ku sadari, ada subuah keajaiban, telur itu berdiri tegak dengan tenangnya, sungguh-sungguh berdiri. Terkesima, puas, tak percaya berbaur menjadi satu. Karena takut kalau itu sebuah kebetulan saja, maka telur yang berdiri itu ku biarkan saja tetap berdiri tanpa kuganggu, untuk mengetahui seberapa lama telur itu akan bertahan berdiri.
Cukup lama. Aku sempat meninggalkannya keluar kamar, bahkan keluar rumah untuk belanja makanan. Tiba di rumah, telur itu masih saja tetap berdiri. Dengan penasaran aku menyentuhnya pelan sekali, gluguk...! telur itu terguling. Dan ku biarkan saja dia masih tetap diatas meja. Esoknya, kembali rasa penasaran itu datang. Telur itu kembali berusaha ku buat berdiri. Berhasil....! aku kembali berhasil melakukannya. Mulai saat itulah aku yakin bahwa akulah pemenang dari tantangan Columbus itu. Bahkan aku sempat berkata lirih, “Columbus! Aku bisa melakukannya, tanpa kecurangan yang kamu lakukan, aku mengang!”
Beberapa hari yang lalu, setelah masa itu jauh berlalu, aku kembali teringat dengan kejadian masa SMA dulu. Rasa penasaran kembali datang, dengan satu pertanyaan, “Masihkah aku mampu melakukannya sekarang?” Kembali aku ingin membuktika pada Columbus bahwa akulah pemenang sesungguhnya. Lalu kuambil lagi sebutir telur di kulkas. Dengan kemantapan niat, kembali ku coba membuat telur itu berdiri. Gagal, itu awalnya. Dua kali gagal. Rasa penasaran semakin saja menjadi, takut kalah kali ini. Ketenangkan pikiran, keseimbangan coba ku ciptakan sesempurna mungkin, nafas kuatur setenang mungkin. Dek!! Ada getar lembuat yang membuat pikiran dan reflekku bersepakat untuk melepaskan telur itu. BERHASIL!!!! Telur itu berdiri dengan tenang. Cukup lama. Puas, sekali lagi aku puas dengan kemenangan semu ini. Menang dari sesuatu yang telah berlalu. Dalam hati aku hanya bisa berguman, “Seandainya waktu itu aku ada, dalam bar dimana Columbus memberikan tantangan itu, mungkin akulah pemenangnya. Dan kalau demikian adanya, siapa lantas yang sah menjadi penemu benoa AMERIKA? .....ngimpi kali ya!!!.............
Catatan:
Photo di atas diabadikan beberapa waktu yang lalu, dan merupakan photo sesungguhnya, tanpa rekayasa sama sekali. Telur itu benar-benar berdiri. Kalo gak percaya, coba saja. Pasti Bisa!!!
Jangan pernah menyerah dari ketidak mungkinan!
No comments:
Post a Comment