
7 bersaudara, dan aku adalah si bungsu, cowok sendiri juga masih sendirian. Tak pernah bisa berkumpul utuh, ada saja yang tak bisa hadir, bisa 1 orang bisa juga lebih dari 1 orang. Bagaimana kalau kemudian semuanya bisa berkumpul menjadi satu dalam satu pertemuan? itu yang sering jadi pertanyaan dari kami masing-masing.
Hampir selama 35 tahun, mungkin lebih, kami tidal pernah bisa berkumpul bersama. Apalagi setelah masing-masing berkeluarga. Dibatasi jarak dan juga aktifitas maka keinginan untuk bekumpul bersama sangat sulit untuk diwujudkan. Sampai bulan kemarin, September 2006, pertanyaan dan keinginan itu masih sama dan selalu sama.
Kami selalu yakin, bahwak pada satu kesempatan nanti segalanya akan bisa terjadi. Selama keyakinan itu ada, selama keinginan itu ada, maka pasti akan ada kesempatana untuk mewujudkannya. Keyakinan dan keinginan itulah yang harus selalu dijadikan bekal dan senjata untuk mewujudkannya. Dan tentunya dengan dibaringi anugrah Tuhan. Yakinlah!
Anugrah, Miracle! datang juga. dan Puji Syukur pada Tuhan Yang Esa. Senin, 23 September 2006, menjadi catatan sejarah bagi keluarga ini. Hari itu datang juga. Penantian itu berakhir. Tanda Tanya yang begitu lama terjawab sudah. Pada hari itu, kami 7 bersaudara yang sudah sekian lama terpisah dan tidak pernah bisa berkumpul, akhirnya BERTEMU dan BERKUMPUL.
Bahagia, sedih, haru, meliputi hati kami masing-masing, minimal itu yang kurasakan saat itu dan sampai saat ini masih membekas di hati. Penantian yang begitu lama. Harapan yang takpernah berakhir, akhirnya hadir dalam kehidupan kami. Terimakasih Tuhan.
2 hari kami bersama, 2 hari kami bergembira, berbagi satu sama lain. Saling cerita saling bagi pengalaman. Seperti mimpi rasanya. Waktu yang begitu sempit untuk melampiaskan keinginan dan kerinduan yang begitu lama. Anugrah yang tak terhingga dari Tuhan Yang Esa. Sekali lagi terimakasih Tuhan.
Bahagia ini bukan hanya kami yang merasakannya. Keponakan, anak-anak mereka, yang pasti bersaudara sepupu, yang juga tak pernah bertemu, juga merasakannya, itu yang dapat kulihat. Keakraban meraka, kelengketan mereka satu sama lain, cara mereka bercanda, luar biasa! satu pemandangan yang tak pernah ku bayangkan sebelumnya. Mimpi yang nyata, anugrah terindah dari Yang Esa.
Meskipun waktu begitu sempit, hingga kami harus berpisah lagi, harapan tetap kami tanamkan, semoga dihari kedepan kesempatan seperti ini semakin besar dan semakin sering terjadi. SEMOGA! Perpisahan sebagai awal kebersamaan! Semoga anugrah ini tak pernah berakhir.
Terimakasih Tuhan, Terimakasih Saudaraku, Terimakasih Orang tuaku, terimakasih keponakanku (anak-anakku). Kalian semua adalah harta duniaku, kebahagiaanku, dan harapanku. Sekali lagi terimakasih. Aku dan kecintaanku akan selalu ada untuk kalaian semuanya.
Terimakasih Tuhan, Hyang Widhi Wasa, atas segalanya yang begitu indah. Atas anugrahmu yang tak ternialai. Terimakahih.
No comments:
Post a Comment