Monday, October 09, 2006

Kirab Pusaka

...ih kesannya serius banget ya...

::Sebenarnya kegiatannya udah berlalu, tapi karna baru punya media tulis di jagat maya makaya baru sekarang ini sempat ceritanya::

Sabtu, 30 September 2006::
Kalo di Bali bertapatan dengan hari "Tumpek Landep" dimana pada hari tersebut dilakukan pembersihan untuk semua jenis senjata yang terbuat dari logam, meskipun pada perkembangannya menjadi hampir setiap benda yang terbuat/dengan unsur logam sebagai pembentuk utama juga disertakan dalam perayaan ini.

Biasanya, pada hari-hai, tahun-tahun sebelumnya untuk perayaan ini, aku tidak mengalami hal yang istimewa, semuanya biasa saja kerana semuanya masih dilakukan dirumah saja, berasama keluarga tentunya. Tapi tahun ini semuanya terasa berbeda.

Pada perayaan kali ini, aku melakukannya dengan semua teman-teman yang tergabung dalam Paguyuban Tri Tunggal (holistic dan meditation). Hebatnya lagi dilakukan bersamaan dengan semua keluarga Puri (keraton) Denpasar yaitu Puri Satria. Yang lebih penting lagi pas betepatan/sekaligus merayakan 100 tahun hari "Puputan Badung".

Pesertanya sendiri ada 4 kelompok:
1. Dari Keluarga Puri Satria Denpasar (sebagai penyelenggara dan tuan rumah)
2. Paguyuban Tri Tunggal (dan sebagai wakil Jawa Tengah/Jogja)
3. Perkumpulan Keluarga Minang
4. Perkumpulan Keluarga Bugis

Masing-masing dengan ciri khasnya sendiri, dan di sini baru kurasakan betapa sesungguhnya indahnya Indonesia kalau memang benar-benar mau bersatu dan merangkul satu sama lain (bukan lagi bicara suku;ras;agama). Dan jujur saja semua ini baru kurasakan di Bali, ya di Bali.

selai itu banyak jenis senjata yang di sertakan juga menambah kasanah keragaman dan keindahan aset budaya Bangsa ini. Yang buat aku semakin sering bertanya dalam hati "Apakah semua ini akan dimusnahkan? Oleh satu keinginan yang kita tidak tahu pasti apa sebenarnya itu?"
Aku hanya bisa berharap pada semuanya, untuk tetap menjadikan Indonesia ini sepeti adanya dengan segala keragamannya.

Pada hari itu: ada orang Bali yang berpakain Jawa dan ada juga orang Jawa yang berpakaian Bali: catatan pentingnya, mereka bangga mengekannya, mereka bangga melakukannya, bereka bangga dengan keakrabannya, meraka bangga dengan semuanya.

Namun sayang sekali dalam tulisan ini tak sempat tersertakan foto-fotonya karena waktu menuliskan ini, semuanya tanpa persiapan apa-apa, semuanya terjadi begitu saja.

Semoga pada kesempatan lain sempat kuselipkan foto-foto acara tersebut.
Semoga saja

No comments: